Get me outta here!

Selasa, 18 Oktober 2016

Siapa yang tak kenal dengan Harry Potter? Ya, film yang menceritakan tentang seorang penyihir remaja yang bersekolah di Kastil Hogwarts tersebut sangatlah terkenal di kalangan anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa. Film ini pada awalnya merupakan novel karya J. K. Rowling, seorang novelis dari Inggris. Nah, siapa yang menyangka kalau rupanya film box office ini memiliki fakta-fakta asyik yang mungkin kamu belum ketahui? Jangan mengaku kalau kamu adalah Potterheads kalau kamu belum tahu fakta-fakta berikut ini;
Harry Potter Lahir didalam Kereta Api
J. K. Rowling yang pada saat itu merupakan seorang single-parent sempat mengalami kesulitan dalam hidup. Namun, ketika ia sedang menaiki kereta api dalam perjalanan dari Manchester ke London tahun 1990, ide mengenai Harry Potter si penyihir cilik muncul di kepalanya. Mulai saat itu, ia menulis buku pertama serial Harry Potter, yakni Harry Potter and the Philosopher Stone (Harry Potter dan Batu Bertuah) hanya dengan menggunakan mesin ketik. Terimakasih, J. K. Rowling! Tanpamu, masa kecil kami tidak akan dihiasi dengan petualangan fantasi Harry Potter.
Kastil Hogwarts Merupakan Katedral

Sekolah Sihir Hogwarts merupakan sekolah asrama yang memberikan pelajaran mengenai seni magis. Sekolah Harry Potter dan kawan-kawannya ini terletak didalam Kastil Hogwarts. Rupanya, Kastil Hogwarts di dunia asli merupakan sebuah bangunan ibadah, yakni Katedral Durham. Terletak di Kota Durham, Inggris, katedral tersebut dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur Norman dan ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Katedral ini dijadikan lokasi syuting karena arsitekturnya yang indah dan bernuansa klasik.
Sutradara Film Ke-3 Harry Potter Memberi Tugas Essay kepada Golden Trio (Harry, Ron, dan Hermione)

Alfonso Cuarón mendapat kehormatan untuk menyutradarai film ketiga serial Harry Potter, yakni Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (Harry Potter dan Tawanan dari Azkaban). Setelah menjalin kontrak, ia sempat memberi tantangan kepada ketiga trio favorit kita, yaitu Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson. Tantangan tersebut yaitu berupa menulis essay mengenai karakter yang mereka perankan. Hasilnya? Emma Watson berhasil membuat 16 halaman essay, Daniel Radcliffe membuat satu lembar halaman essay, dan Rupert Grint tidak membuatnya sama sekali. Ron Weasley, kau memang nakal.
Ramuan Hogwarts adalah Sup!

Jika kamu bersekolah di Hogwarts, kamu akan berhadapan dengan mata pelajaran meramu. Ya, kalian harus membuat ramuan dengan fungsi yang bermacam-macam. Kegiatan tersebut tentunya dilakukan didalam ruangan meramu. Tahukah kamu, bahwa ada 1.000 botol ramuan yang ada didalam set ruangan tersebut? Oh, tak hanya itu. Ramuan yang diminum oleh para aktris dan aktor Harry Potter rupanya merupakan sup. Rasa favorit mereka adalah wortel dan parsley.
Tokoh didalam Lukisan-Lukisan Kastil Hogwarts Merupakan Kru Tim Produksi Film

Kalian pasti tak asing dengan iterior Kastil Hogwarts. Seluruh temboknya dipenuhi oleh lukisan-lukisan manusia. Namun siapa yang menyangka, bahwa tokoh lukisan didalamnya merupakan kru dari tim produksi film itu sendiri? Ya, divisi art Harry Potter yang melakukan hal ini. Salah satu korban mereka yaitu Stuart Craig, si designer production.
Desain Telinga Dobby Terinspirasi dari Seekor Anjing

Adakah diantara kalian yang masih ingat dengan Dobby? Dobby pada mulanya adalah seorang elf pembantu keluarga besar Malfoy. Ia diperlakukan kasar oleh Lucius Malfoy, sampai pada akhirnya ia dibebaskan oleh Harry dan kemudian bekerja di dapur Hogwarts. Elf yang baik hati ini memiliki telinga yang selalu melipat kebawah, dan hal tersebut terinspirasi dari seekor anjing bernama Max yang selalu duduk dibawah meja para kru desainer.
Profesor Dumbledore “Meninggal” setelah Film Kedua

Profesor Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore, pria tua bijak pemimpin Sekolah Hogwarts. Ia juga merupakan pendiri Laskar Phoenix, sebuah pasukan untuk melawan Lord Voldemort. Sosoknya yang ramah, bijak, dan penuh dengan ketenangan membuat dirinya dikagumi oleh Harry. Tetapi, apakah ada diantara kalian yang sadar bahwa ada yang berbeda dari Profesor Dumbledore pada film kedua dan ketiga? Ya, aktor pertama yang memerankan Dumbledore adalah Richard Harris. Namun sayangnya, setelah film kedua (Harry Potter and the Chamber of Secrets), beliau menghembuskan napas terakhirnya. Setelah kepergiannya, ia digantikan oleh aktor Michael Gambon yang memerankan Dumbledore sampai serial Harry Potter berakhir.
Pintu Brankas Bellatrix di Gringott’s Bank Ternyata Asli!

Ingat ketika Harry, Ron, dan Hermione menyusup kedalam Gringott’s Bank? Hermione bahkan sampai harus menyamar menjadi Bellatrix. Mereka menyusup untuk mengambil salah satu Horcrux Voldemort didalam brankas milik Bellatrix Lestrange. Untuk masuk kedalamnya, mereka harus melalui pintu dengan desain yang rumit untuk dibobol. Beruntung sekali mereka ditemani Griphook yang dalam kondisi terhipnotis sehingga membukakan pintu tersebut. Rupanya, pintu tersebut benar-benar dibuat dan dirancang khusus oleh tim produksi. Sistem unlock pintu tersebut benar-benar rumit sehingga membutuhkan kerja ekstra dalam pembuatannya!
Rupert Grint Bernyanyi Rap ketika Membuat Video Audisi

Karakter Ron Weasley kesayangan kita diperankan oleh Rupert Grint, seorang aktor berkebangsaan Inggris. Akting pertamanya dimulai di film pertama Harry Potter, yaitu Harry Potter and the Philosopher Stone (Hary Potter dan Batu Bertuah) sebagai Ron Weasley, sahabat karib Harry. Dalam video audisinya, aktor konyol ini melakukan hal yang unik sehingga membuatnya dilirik oleh tim casting. Rupert bernyanyi rap sambil berdandan menyerupai guru dramanya!
Hedwig si Burung Hantu Diperankan oleh 3 Burung yang Berbeda

Hedwig adalah burung hantu peliharaan Harry Potter. Ia merupakan hadiah ulang tahun dari Hagrid untuk Harry ketika pertama kali bersekolah di Hogwarts. Tak hanya cantik, Hedwig juga cerdas. Namun tanpa kita sadari, Hedwig diperankan oleh tiga ekor burung hantu yang berbeda selama dilaksanakannya film Harry Potter. Mereka adalah Gizmo, Ook, dan Sprout.

Selasa, 16 Desember 2014


Add caption
Menurut Hamka (1963:87-88, dalam Hasjmy, 1990:3), agama Islam masuk ke Indonesia secara berangsur- angsur dan dimulai pada abad ketujuh Masehi. Agama Islam datang ke Indonesia dengan dibawa oleh saudagar-saudagar Islam. Saudagar-saudagar tersebut bukan hanya dari Arab saja, melainkan ada yang berasal dari Persia dan Gujarat.
Muhammad Said membuat kesimpulan (1963:226-227, dalam Hasjmy, 1990:4), sumber-sumber sejarah Arab mengatakan bahwa di Sumatra sejak abadsembilan. Pada abad tersebut di berbagai bandar sudah banyak pendatang Arab yang beragama Islam. Sebaliknya, menurut sumber-sumber orang luar (Arab dan Tionghoa) Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah yakni sekitar abadtujuh sampai dengan abad kedelapan.
Haji Abu Bakar Aceh memberi kesimpulan (1963:127, dalam Hasjmy, 1990:4), Islam masuk ke Indonesia pertama kali di Aceh. Penyiar Islam pertama tidak hanya dari India dan Gujarat, akan tetapi ada dari bangsa Arab. Mazhab pertama yang dipeluk di Aceh adalah Syiah dan Syafi’i.
Muljana (2008:130), menyimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad kedua belas. Hal ini dikarenakan pada akhir abad kedua belas ditemukan kerajaan Islam yang bernama Perlak di daerah pantai timur Sumatra. Kerajaan itu diberi nama Peureulak karena didirikan oleh para pedagang asing dari Maroko, Persi, Gujarat, dan Mesir yang sejak awal abad kedua belas sudah menetap di sana.
Selain pendapat-pendapat para sejarawan diatas ada juga beberapa teori lain yang menyebutkan tentang masuknya Islam ke Indonesia. Teori-teori tersebut diantaranya adalah teori Gujarat, teori Makkah, dan teori Persia. Ketiga teori tersebut tidak membicarakan masuknya Islam dari setiap pulau tapi hanya menganalisis dari Sumatra dan Jawa sebab dua wilayah itu yang merupakan sampel wilayah Nusantara lainnya. Dalam teori Gujarat menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara dibawa oleh para pedagang dari Gujarat. Kemudian, Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ketiga belas. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya batu nisan pertama Sultan kerajaan Samudra, yakni Malik al-Saleh yang wafat 1297. Teori Makkah merupakan suatu teori yang dihasilkan dari koreksi dan kritik Hamka. Teori yang ketiga adalah teori Persia, teori ini lebih memfokuskan pada kebudayaan yang hidup dalam masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan memiliki persamaan dengan Persia. Dalam teori Persia dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ketiga belas dengan dibawa oleh saudagar dari Gujarat. Jika kita melihat, teori Gujarat dan Persia itu mempunyai kesamaan. Perbedaan dalam kedua teori ini terletak pada ajarannya. Dalam teori Gujarat dijelaskan bahwa Islam mempunyai kesamaan ajaran dengan mistik India. Namun, dalam teori Persia memandang bahwa adanya kesamaan ajaran sufi Indonesia dengan ajaran sufi Persia (Suryanegara, 1996:74-93).
Dari semua pendapat-pendapat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa menurut pendapat yang paling kuat Islam masuk ke Indonesia pada awal abad pertama Hijriyah yakni abad tujuh Masehi. Sebaliknya, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ketiga belas danmasuknya ke Indonesia pertama kali dibawa oleh saudagar-saudagar dari Arab.

B.     Kerajaan- Kerajaan Islam di Indonesia
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia ada banyak, antara lain:
1.      Kerajaan Islam di Peureulak
Menurut catatan sejarah bahwa pada tahun 173 Hijriyah (800 Masehi) telah berlabuh sebuah kapal milik para saudagar Islam yang dipimpin oleh nahkoda khalifah[1] di kerajaan Peureulak. Para saudagar[2] tersebut datang dari Teluk Kambey (Gujarat). Para saudagar tersebut datang ke Peureulak bukan hanya berniat untuk berdagang saja, akan tetapi juga untuk menyebarkan Islam di Indonesia.
Kerajaan Peureulak semula bukan kerajaan Islam, tetapi setelah Islam datang dan tersebar di Peureulak maka berdirilah kerajaan Islam di Peureulak. kerajaan Islam Peureulak berdiri pada hari selasa, satu Muharram 225 Hijriyah (840 Masehi). Sultan pertama kerajaan ini adalah Saiyid Maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaiddin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Ibukota kerajaan ini adalah Bandar Peurelak, akan tetapi kemudian diubah namanya menjadi Bandar Khalifah.

2.      Kerajaan Islam Samudra Pasai
Pada tahun 433 Hijriyah (1042 Masehi) datang seorang keluarga Sultan Mahmud Peureulak di Tanon Data. Beliau datang kesana dengan tujuan untuk menyebarakan Islam dan  membangun kerajaan Islam Samudra Pasai. Sultan pertama kerajaan tersebut adalah Mahmud Syah dengan gelar Maharaja Mahmud Syah, beliau juga sering disebut dengan Meurah Giri. Menurut catatan sejarah kerajaan Islam Samudra Pasai memiliki tamaddun dan kebudayaan yang tinggi, antara lain: Telah mempunyai pemerintahan dan lembaga- lembaga Negara yang teratur, perekonomian dan keuangan yang stabil, perdagangan yang maju, lembaga- lembaga ilmu pengetahuan yang berkembang, angkatan perang dan hubungan luar negri yang teratur, mata uang sendiri.
Ibnu Batutah sendiri telah menulis tentang kemajuan dan teraturnya kerajaan Samudra Pasai. Beliau menulis dalam bukunya bahwa kerajaan tersebut memiliki raja-raja yang alim, bijaksana, berani dan cinta kepad ulama, sedankan menteri-menterinya arif dan budiman, ulama-ulamanya shalih dan jujur.
3.      Kerajaan Darussalam
Di daerah Aceh besar terdapat kerajaan yang bernama Indra Purba. Kerajaan ini berdiri sekitar 2000 tahun sebelum nabi Isa, selama ribuan tahun kerajaan tersebut selalu mengalami pasang surut. Pada tahun sekitar 450 sampai dengan 460 Hijriyah (1059 sampai dengan 1069 Masehi), tentara cina menyerang kerajaan Indra Purba yang pada masa tersebut di perintah oleh Maharaja Indra Sakti. Pada waktu perang berlangsung tibalah di kerajaan Indra Purba dua pasukan yang dikirim oleh kerajaan Islam Peureulak. Dengan demikian, bertambah kuatlah kekuatan kerajaan Indra Purba sehingga kerajaan Indra Purba mengalami kemenangan. Untuk membalas jasa maka Maharaja Indra Sakti mengawinkan putrinya dengan Meurah Johan, salah seorang putra mahkota dari kerajaan Lingga.
Pada hari Jumat, Ramadlan 601 Hijriyah (1025 Masehi) diubahlah nama kerajaan Indra Purba dengan nama kerajaan Darussalam dengan ibukotanya Bandar Darussalam. Sultan Pertama di kerajaan ini adalah Meurah Johan dengan gelar Sultan Alaiddin Johan Syah. Setelah membuat ibukota baru yaitu Bandar Darussalam, beliau juga membuat kota peristirahatan yang nantinya di kota itulah beliau dimakamkan.
Selain kerajaan-kerajaan tersebut masih banyak kerajaan Islam lain yang lahir setelah kerajaan Hindu-Budha runtuh, diantaranya adalah kerajaan Demak di Jawa, kerajaan Lingga di Aceh Tengah, kerajaan Islam Jaya, dan lain-lain.

C.    Perkembangan Islam di Indonesia
Menurut Wahab (2004:6) mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan proses damai. Islam berkembang di Indonesia melalui beberapa jalan, diantaranya: Jalur perdagangan, lembaga pendidikan, dan pondok pesantren.
1.      Jalur Perdagangan
Suryanegara (1978:1, dalam Wahab, 2004:6) menjelaskan bahwa kedatangan Islam di Indonesia dikembangkan melalui jalur perdagangan dan daerah yang pertama di datangi oleh Islam adalah Sumatra dan Jawa. Hal ini didasarkan adanya perdagangan Arab dan dunia timur yang berlangsung sejak abad kedua sebelum Masehi. Selain itu, adanya berita dari Cina bahwa di Sumatra Barat terdapat seorang pembesar Arab yang menjadi kepala Arab Islam pada tahun 674 Masehi.
2.      Jalan Pendidikan
Wahab (2004:8) menyebutkan bahwa agama Islam selain dikembangkan melalui jalan perdagangan juga melalui jalan pendidikan. Ini dibuktikan dengan adanya lembaga pendidikan, lembaga tersebut sekarang masih ada, seperti: pondok pesantren, masjid, surau, dan sebagainya. Adanya pondok pesantren membuat agama Islam melakukan pembaharuan dalam masyarakat, budaya, dan kehidupan beragama.
Menurut Anshari (1976:176, dalam Wahab, 2004:7), “Kedatangan Islam ke Indonesia ini membawa kecerdasan dan peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia”.
3.      Pondok Pesantren
Menurut Wahab (2004:9), kehidupan pondok pesantren zaman sekarang dengan pondok pesantren zaman dahulu telah mengalami perubahan dalam sistem pendidikannya atau keadaan lainnya. Dalam pendidikan zaman dahulu para santri diwajibkan tinggal di asrama pondok[3], hal inilah yang menyebabkan adanya jalinan kasih sayang yang kuat diantara para murid dan pendidik.
            Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa Islam dibawa dan disebarkan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan perdamaian dan hal itu pulalah yang membawa Islam mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Menurut para pakar sejarah (Wahab, 2004:10), hal-hal yang terkait dengan perkembangan masuknya Islam di Indonesia adalah permulaan abad pertama Masehi yang para pedagang asing seperti Tiongkok, India, dan Arab mulai berlayar melalui pelayaran Indonesia. Kemudian setelah Islam lahir dan berkembang di Arab, akhirnya masuk juga di negara Indonesia pada abad ketujuh Masehi. Islam masuk ke Indonesia pertama di daerah Sumatra dibawa oleh pedagang Persi, India, dan juga utusan dari bangsa Arab.
            Para ahli yang mengatakan Islam masuk di Sumatra pada abad ketujuh Masehi antara lain: Sayid Alwi bin Tahir Alhaddad Mufsi, H. M. Zaenudin (beliau mengatakan bahwa pada abad ketujuh saat Rasulullah masih hidup dan singgah pertama di Sumatra Utara yaitu Kampung Lamuri), dan H. Zaenal Arifin Abbas, (beliau menerangkan bahwa pada tahun 684 Masehi ada seorang pemimpin Arab Islam yang berangkat ke Tiongkok dan beliau sudah punya pengikut di Sumatra Utara).
            Menurut para ahli masuknya Islam di Sumatra adalah pada abad ketujuhMasehi. Hal ini dapat dibuktikan melalui peninggalan-peninggalan yang ditemukan, seperti di daerah Minangkabau Timur yang terdapat beberapa batu nisan yang diperkirakan dibuat pada abad ketujuh Masehi. Selain itu, di daerah Barus dan Riau terdapat kuburan besar dari ulama penyiar Islam yang mempunyai tanda batu-batu besar yang bergambar bulan bintang. Di daerah Riau juga ada  nama-nama daerah yang bersifat ke Arab-araban, seperti: kota Kutib, Iskandariyah, Kuffah, dan sebagainya. Sedangkan, di daerah Barus Tapanuli ditemukan batu yang bertuliskan huruf Arab, yang isinya adalah pencarian empat murid terhadap gurunya yang mengajar Islam di Barus. Batu itu diperkirakan dibuat pada abad ketujuh Masehi.
            Islam tidak hanya berkembang di Sumatra, akan tetapi juga di Jawa. Perkembangan Islam di Jawa disebarkan oleh para wali Sembilan (wali songo[4]) yang hidup pada masa kesultanan Demak yang terjadi antara tahun 1500 sampai dengan 1550. Para wali tersebut dalam pemerintahan bertugas sebagai penasihat raja. Wali-wali tersebut antara lain: Wali yang mengembangkan Islam di Jawa Timur adalah Maulana Malik Ibrahim, Raden Rahmat (Sunan Ampel), Sunan Giri (Maulan Ainul Yakin). Selanjutnya, Wali yang mengembangkan Islam di Jawa Tengah adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Muria, Syaikh Siti Jenar. Selain itu, Wali yang mengembangkan Islam di Jawa Barat adalah Sunan Gunung Jati (Fatahillah).

 Menurut Hamka (1963:87-88, dalam Hasjmy, 1990:3), agama Islam masuk ke Indonesia secara berangsur- angsur dan dimulai pada abad ketujuh Masehi. Agama Islam datang ke Indonesia dengan dibawa oleh saudagar-saudagar Islam. Saudagar-saudagar tersebut bukan hanya dari Arab saja, melainkan ada yang berasal dari Persia dan Gujarat.
Muhammad Said membuat kesimpulan (1963:226-227, dalam Hasjmy, 1990:4), sumber-sumber sejarah Arab mengatakan bahwa di Sumatra sejak abadsembilan. Pada abad tersebut di berbagai bandar sudah banyak pendatang Arab yang beragama Islam. Sebaliknya, menurut sumber-sumber orang luar (Arab dan Tionghoa) Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah yakni sekitar abadtujuh sampai dengan abad kedelapan.
Haji Abu Bakar Aceh memberi kesimpulan (1963:127, dalam Hasjmy, 1990:4), Islam masuk ke Indonesia pertama kali di Aceh. Penyiar Islam pertama tidak hanya dari India dan Gujarat, akan tetapi ada dari bangsa Arab. Mazhab pertama yang dipeluk di Aceh adalah Syiah dan Syafi’i.
Muljana (2008:130), menyimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad kedua belas. Hal ini dikarenakan pada akhir abad kedua belas ditemukan kerajaan Islam yang bernama Perlak di daerah pantai timur Sumatra. Kerajaan itu diberi nama Peureulak karena didirikan oleh para pedagang asing dari Maroko, Persi, Gujarat, dan Mesir yang sejak awal abad kedua belas sudah menetap di sana.
Selain pendapat-pendapat para sejarawan diatas ada juga beberapa teori lain yang menyebutkan tentang masuknya Islam ke Indonesia. Teori-teori tersebut diantaranya adalah teori Gujarat, teori Makkah, dan teori Persia. Ketiga teori tersebut tidak membicarakan masuknya Islam dari setiap pulau tapi hanya menganalisis dari Sumatra dan Jawa sebab dua wilayah itu yang merupakan sampel wilayah Nusantara lainnya. Dalam teori Gujarat menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara dibawa oleh para pedagang dari Gujarat. Kemudian, Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ketiga belas. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya batu nisan pertama Sultan kerajaan Samudra, yakni Malik al-Saleh yang wafat 1297. Teori Makkah merupakan suatu teori yang dihasilkan dari koreksi dan kritik Hamka. Teori yang ketiga adalah teori Persia, teori ini lebih memfokuskan pada kebudayaan yang hidup dalam masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan memiliki persamaan dengan Persia. Dalam teori Persia dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ketiga belas dengan dibawa oleh saudagar dari Gujarat. Jika kita melihat, teori Gujarat dan Persia itu mempunyai kesamaan. Perbedaan dalam kedua teori ini terletak pada ajarannya. Dalam teori Gujarat dijelaskan bahwa Islam mempunyai kesamaan ajaran dengan mistik India. Namun, dalam teori Persia memandang bahwa adanya kesamaan ajaran sufi Indonesia dengan ajaran sufi Persia (Suryanegara, 1996:74-93).
Dari semua pendapat-pendapat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa menurut pendapat yang paling kuat Islam masuk ke Indonesia pada awal abad pertama Hijriyah yakni abad tujuh Masehi. Sebaliknya, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ketiga belas danmasuknya ke Indonesia pertama kali dibawa oleh saudagar-saudagar dari Arab.

B.     Kerajaan- Kerajaan Islam di Indonesia
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia ada banyak, antara lain:
1.      Kerajaan Islam di Peureulak
Menurut catatan sejarah bahwa pada tahun 173 Hijriyah (800 Masehi) telah berlabuh sebuah kapal milik para saudagar Islam yang dipimpin oleh nahkoda khalifah[1] di kerajaan Peureulak. Para saudagar[2] tersebut datang dari Teluk Kambey (Gujarat). Para saudagar tersebut datang ke Peureulak bukan hanya berniat untuk berdagang saja, akan tetapi juga untuk menyebarkan Islam di Indonesia.
Kerajaan Peureulak semula bukan kerajaan Islam, tetapi setelah Islam datang dan tersebar di Peureulak maka berdirilah kerajaan Islam di Peureulak. kerajaan Islam Peureulak berdiri pada hari selasa, satu Muharram 225 Hijriyah (840 Masehi). Sultan pertama kerajaan ini adalah Saiyid Maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaiddin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Ibukota kerajaan ini adalah Bandar Peurelak, akan tetapi kemudian diubah namanya menjadi Bandar Khalifah.

2.      Kerajaan Islam Samudra Pasai
Pada tahun 433 Hijriyah (1042 Masehi) datang seorang keluarga Sultan Mahmud Peureulak di Tanon Data. Beliau datang kesana dengan tujuan untuk menyebarakan Islam dan  membangun kerajaan Islam Samudra Pasai. Sultan pertama kerajaan tersebut adalah Mahmud Syah dengan gelar Maharaja Mahmud Syah, beliau juga sering disebut dengan Meurah Giri. Menurut catatan sejarah kerajaan Islam Samudra Pasai memiliki tamaddun dan kebudayaan yang tinggi, antara lain: Telah mempunyai pemerintahan dan lembaga- lembaga Negara yang teratur, perekonomian dan keuangan yang stabil, perdagangan yang maju, lembaga- lembaga ilmu pengetahuan yang berkembang, angkatan perang dan hubungan luar negri yang teratur, mata uang sendiri.
Ibnu Batutah sendiri telah menulis tentang kemajuan dan teraturnya kerajaan Samudra Pasai. Beliau menulis dalam bukunya bahwa kerajaan tersebut memiliki raja-raja yang alim, bijaksana, berani dan cinta kepad ulama, sedankan menteri-menterinya arif dan budiman, ulama-ulamanya shalih dan jujur.
3.      Kerajaan Darussalam
Di daerah Aceh besar terdapat kerajaan yang bernama Indra Purba. Kerajaan ini berdiri sekitar 2000 tahun sebelum nabi Isa, selama ribuan tahun kerajaan tersebut selalu mengalami pasang surut. Pada tahun sekitar 450 sampai dengan 460 Hijriyah (1059 sampai dengan 1069 Masehi), tentara cina menyerang kerajaan Indra Purba yang pada masa tersebut di perintah oleh Maharaja Indra Sakti. Pada waktu perang berlangsung tibalah di kerajaan Indra Purba dua pasukan yang dikirim oleh kerajaan Islam Peureulak. Dengan demikian, bertambah kuatlah kekuatan kerajaan Indra Purba sehingga kerajaan Indra Purba mengalami kemenangan. Untuk membalas jasa maka Maharaja Indra Sakti mengawinkan putrinya dengan Meurah Johan, salah seorang putra mahkota dari kerajaan Lingga.
Pada hari Jumat, Ramadlan 601 Hijriyah (1025 Masehi) diubahlah nama kerajaan Indra Purba dengan nama kerajaan Darussalam dengan ibukotanya Bandar Darussalam. Sultan Pertama di kerajaan ini adalah Meurah Johan dengan gelar Sultan Alaiddin Johan Syah. Setelah membuat ibukota baru yaitu Bandar Darussalam, beliau juga membuat kota peristirahatan yang nantinya di kota itulah beliau dimakamkan.
Selain kerajaan-kerajaan tersebut masih banyak kerajaan Islam lain yang lahir setelah kerajaan Hindu-Budha runtuh, diantaranya adalah kerajaan Demak di Jawa, kerajaan Lingga di Aceh Tengah, kerajaan Islam Jaya, dan lain-lain.

C.    Perkembangan Islam di Indonesia
Menurut Wahab (2004:6) mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan proses damai. Islam berkembang di Indonesia melalui beberapa jalan, diantaranya: Jalur perdagangan, lembaga pendidikan, dan pondok pesantren.
1.      Jalur Perdagangan
Suryanegara (1978:1, dalam Wahab, 2004:6) menjelaskan bahwa kedatangan Islam di Indonesia dikembangkan melalui jalur perdagangan dan daerah yang pertama di datangi oleh Islam adalah Sumatra dan Jawa. Hal ini didasarkan adanya perdagangan Arab dan dunia timur yang berlangsung sejak abad kedua sebelum Masehi. Selain itu, adanya berita dari Cina bahwa di Sumatra Barat terdapat seorang pembesar Arab yang menjadi kepala Arab Islam pada tahun 674 Masehi.
2.      Jalan Pendidikan
Wahab (2004:8) menyebutkan bahwa agama Islam selain dikembangkan melalui jalan perdagangan juga melalui jalan pendidikan. Ini dibuktikan dengan adanya lembaga pendidikan, lembaga tersebut sekarang masih ada, seperti: pondok pesantren, masjid, surau, dan sebagainya. Adanya pondok pesantren membuat agama Islam melakukan pembaharuan dalam masyarakat, budaya, dan kehidupan beragama.
Menurut Anshari (1976:176, dalam Wahab, 2004:7), “Kedatangan Islam ke Indonesia ini membawa kecerdasan dan peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia”.
3.      Pondok Pesantren
Menurut Wahab (2004:9), kehidupan pondok pesantren zaman sekarang dengan pondok pesantren zaman dahulu telah mengalami perubahan dalam sistem pendidikannya atau keadaan lainnya. Dalam pendidikan zaman dahulu para santri diwajibkan tinggal di asrama pondok[3], hal inilah yang menyebabkan adanya jalinan kasih sayang yang kuat diantara para murid dan pendidik.
            Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa Islam dibawa dan disebarkan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan perdamaian dan hal itu pulalah yang membawa Islam mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Menurut para pakar sejarah (Wahab, 2004:10), hal-hal yang terkait dengan perkembangan masuknya Islam di Indonesia adalah permulaan abad pertama Masehi yang para pedagang asing seperti Tiongkok, India, dan Arab mulai berlayar melalui pelayaran Indonesia. Kemudian setelah Islam lahir dan berkembang di Arab, akhirnya masuk juga di negara Indonesia pada abad ketujuh Masehi. Islam masuk ke Indonesia pertama di daerah Sumatra dibawa oleh pedagang Persi, India, dan juga utusan dari bangsa Arab.
            Para ahli yang mengatakan Islam masuk di Sumatra pada abad ketujuh Masehi antara lain: Sayid Alwi bin Tahir Alhaddad Mufsi, H. M. Zaenudin (beliau mengatakan bahwa pada abad ketujuh saat Rasulullah masih hidup dan singgah pertama di Sumatra Utara yaitu Kampung Lamuri), dan H. Zaenal Arifin Abbas, (beliau menerangkan bahwa pada tahun 684 Masehi ada seorang pemimpin Arab Islam yang berangkat ke Tiongkok dan beliau sudah punya pengikut di Sumatra Utara).
            Menurut para ahli masuknya Islam di Sumatra adalah pada abad ketujuhMasehi. Hal ini dapat dibuktikan melalui peninggalan-peninggalan yang ditemukan, seperti di daerah Minangkabau Timur yang terdapat beberapa batu nisan yang diperkirakan dibuat pada abad ketujuh Masehi. Selain itu, di daerah Barus dan Riau terdapat kuburan besar dari ulama penyiar Islam yang mempunyai tanda batu-batu besar yang bergambar bulan bintang. Di daerah Riau juga ada  nama-nama daerah yang bersifat ke Arab-araban, seperti: kota Kutib, Iskandariyah, Kuffah, dan sebagainya. Sedangkan, di daerah Barus Tapanuli ditemukan batu yang bertuliskan huruf Arab, yang isinya adalah pencarian empat murid terhadap gurunya yang mengajar Islam di Barus. Batu itu diperkirakan dibuat pada abad ketujuh Masehi.
            Islam tidak hanya berkembang di Sumatra, akan tetapi juga di Jawa. Perkembangan Islam di Jawa disebarkan oleh para wali Sembilan (wali songo[4]) yang hidup pada masa kesultanan Demak yang terjadi antara tahun 1500 sampai dengan 1550. Para wali tersebut dalam pemerintahan bertugas sebagai penasihat raja. Wali-wali tersebut antara lain: Wali yang mengembangkan Islam di Jawa Timur adalah Maulana Malik Ibrahim, Raden Rahmat (Sunan Ampel), Sunan Giri (Maulan Ainul Yakin). Selanjutnya, Wali yang mengembangkan Islam di Jawa Tengah adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Muria, Syaikh Siti Jenar. Selain itu, Wali yang mengembangkan Islam di Jawa Barat adalah Sunan Gunung Jati (Fatahillah).

Sejarah Perang Dunia I (Versi Lengkap)




Sayap-Sayap Kehidupan

Perang Dunia I atau Perang Dunia Pertama, disingkat PD I, dan istilah-istilah dalam bahasa Inggris lainnya : "Great War", "War of the Nations", dan "War to End All Wars" (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia, perang global yang terpusat di Eropa, berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918, yang berawal dari Semenanjung Balkan.

Perang Besar ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Perancis, dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia - namun, saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang). Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang.

Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah ini. Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas.

Perang Dunia I adalah konflik paling menakutkan dan mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga hal ini menjadi pembuka jalan untuk berbagai perubahan politik, seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.

Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria-Hongaria, Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Rusia, Imperium Britania, Republik Perancis, dan Italia.




Pihak Yang Terlibat :


Blok Sekutu

Flag of Russia.svg Rusia
Flag of France.svg Perancis
Flag of the United Kingdom.svg Britania Raya
Flag of Canada-1868-Red.svg Kanada
Flag of Italy (1861-1946).svg Italia
US flag 48 stars.svg Amerika Serikat

Negara-negara yang bergabung :

1. Kerajaan Serbia
2. Kerajaan Rusia (sampai November 1917)
3. Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis)
4. Kerajaan Inggris :
1. Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia
2. Australia
3. Kanada
4. Selandia Baru
5. Newfoundland
6. Afrika Selatan
7. Kerajaan India
8. Negara boneka dan koloni Inggris
5. Kerajaan Belgia (termasuk pasukan negara koloni Belgia)
6. Kerajaan Montenegro
7. Kekaisaran Jepang
8. Kerajaan Italia (April 1915 dan sesudahnya)
9. Portugal
10. Kerajaan Romania (Agustus 1916 dan sesudahnya)
11. Kerajaan Yunani (Mei 1917 dan sesudahnya)
12. Amerika Serikat (1917 dan sesudahnya)
13. San Marino
14. Andorra
15. Tiongkok
16. Brazil
17. Bolivia
18. Kosta Rika
19. Kuba
20. Guatemala
21. Haiti
22. Honduras
23. Ekuador
24. Nikaragua
25. Uruguay
26. Panama
27. Peru
28. Siam
29. Liberia
30. Republik Demokratik Armenia (1918)
31. Cekoslowakia (1918)

Blok Sentral

Flag of the Habsburg Monarchy.svg Austria-Hungaria
Flag of the German Empire.svg Jerman
Flag of Turkey.svg Kekaisaran Ottoman
Naval Ensign of Bulgaria (1878-1944).svg Bulgaria


Latar Belakang

PD I dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo, Bosnia, oleh seorang nasionalis Yugoslavia beserta anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip, 28 Juni 1914. Bosnia merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, dimana pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia. Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu saja semua kekuatan besar terlibat dalam perang. Dan melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia.

Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan perang terhadap Serbia. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya.




Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad 19 berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman, dan Hohenzollern, yang memiliki akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Austria-Hungaria menyerang Serbia pada 28 Juli 1914. Rusia membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania menyerang Jerman.




Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman, Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka disebut "Blok Sekutu".

Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917, Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu.




Meskipun Tentera Sekutu sangat kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara.

Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal. Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan. Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri.





Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentera Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir di barat. Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 11 November 1918, di Compiègne Forest, yang menjadi akhir dari perseturuan sesungguhnya.


Perjanjian Versailles




Perjanjian Versailles (1919) adalah suatu perjanjian damai dimana perjanjian ini secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman. Meski sebelumnya keadaan perang formal antara kedua pihak masih terus berlanjut selama tujuh bulan.

Negosiasi di antara negara-negara sekutu dimulai pada 7 Mei 1919, pada peringatan tenggelamnya RMS Lusitania. Aturan yang diterapkan terhadap Jerman pada perjanjian tersebut antara lain adalah penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya, pelepasan koloni seberang lautan dan Afrika milik Jerman, serta pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang.

Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap hal yang mereka anggap sebagai sesuatu yang tidak adil, dan selanjutnya menarik diri dari perundingan tersebut.

Sampai akhirnya belakangan, menteri luar negeri baru Jerman, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani Perjanjian Versailles. Perjanjian ini sendiri diratifikasi oleh Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920.

Di dalam Traktat Versailles yang ditandatangani setelah Perang Dunia I, pada 28 Juni 1919, yang juga mencetuskan berdirinya Liga Bangsa-Bangsa tersebut, Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahannya dan sebagian dari wilayah Eropa-nya. Polandia dibebaskan dan mendapat wilayah Posen (sekarang kota Poznan), sebagian Silesia, serta sebagian lagi Prussia Barat.

Alsace dan Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dikembalikan ke Perancis. Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun. Perjanjian ini juga meletakkan Rhineland dibawah pendudukan Tentera Sekutu selama 15 tahun. Jumlah pasukan tentara Jerman di perkecil tidak melebihi 100.000 orang, serta dilarang memiliki pasukan udara. Jerman juga harus membayar pampasan perang kepada Tentara Sekutu sebesar £6.600 juta.

Diperkirakan 8.6 juta korban jiwa dalam Perang Dunia I. Blok Sekutu kehilangan 5.1 juta jiwa, sementara Blok Sentral 3.5 juta jiwa. PD I tersebut mengakibatkan kehancuran yang sangat besar terhadap negara-negara yang terlibat, yang dikenal dengan "Perang Untuk Mengakhiri Semua Perang" sehingga terjadilah Perang Dunia II (PD II).

Akan tetapi, publik Amerika Serikat menolak ratifikasi Perjanjian Versailles ini, terutama karena Liga Bangsa-Bangsalah perjanjian tersebut dibuat, tidak mengakhiri secara resmi keikutsertaannya dalam perang, sampai Resolusi Knox-Porter ditandatangani tahun 1921.

Setelah Perjanjian Versailles, perjanjian dengan Austria, Hongaria, Bulgaria, dan Kesultanan Utsmaniyah ditandatangani. Namun, negosiasi perjanjian terakhir dengan Kesultanan Utsmaniyah diikuti oleh perselisihan (Perang Kemerdekaan Turki), dan perjanjian damai terakhir antara Blok Sekutu dan negara yang segera menjadi Republik Turki baru ditandatangani pada tanggal 24 Juli 1923 di Lausanne.

Sejumlah tugu peringatan perang menyebutkan, bahwa akhir dari PD I ialah ketika Perjanjian Versailles ditandatangani tahun 1919, yaitu ketika banyak tentara yang berdinas di luar negeri akhirnya pulang ke negara masing-masing.

Sebaliknya, banyak juga peringatan berakhirnya PD I terpusat pada gencatan senjata yang terjadi tanggal 11 November 1918 di Compiègne Forest. Secara hukum, perjanjian damai formal belum selesai sampai ditandatanganinya perjanjian terakhir, yaitu Perjanjian Lausanne. Sesuai ketentuannya, pasukan Sekutu keluar dari Konstantinopel pada tanggal 23 Agustus 1923.


Puncak Perang Dunia I





Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara-negara lain, seperti : Tiongkok dan Kuba, serta akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.





Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I, akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Parit Perlindungan





Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat.





Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.


Front Timur





Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai.





Dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia menang.


Korban Jiwa Akibat PD I





Sekutu : 5.497.600
• Belgia: 13.700
• Kekaisaran Britania: 908.000
o Australia: 60.000
o Kanada: 55.000
o India: 25.000
o Selandia Baru: 16.000
o Afrika Selatan: 7.000
o Inggris: 715.000
• Perancis: 1.354.000
• Yunani: 5.000
• Italia: 650.000
• Jepang: 300
• Rumania: 336.000
• Rusia: 1.700.000
• Serbia: 450.000
• AS: 50.600

Terluka: 12.831.000
Hilang: 4.121.000


Sentral : 3.382.500
• Austria-Hungaria: 1.200.000
• Bulgaria: 87.500
• Jerman: 1.770.000
• Kerajaan Ottoman: 325.000

Terluka: 8.388.000
Hilang: 3.629.000


Warga Sipil : 6.493.000
• Austria: 300.000
• Belgia: 30.000
• Inggris: 31.000
• Bulgaria: 275.000
• Perancis: 40.000
• Jerman: 760.000
• Yunani: 132.000
• Rumania: 275.000
• Rusia: 3.000.000
• Serbia: 655.000
• Kerajaan Ottoman: 1.005.000


 
Daftar Pertempuran Pada Perang Dunia I





Ini adalah Daftar pertempuran pada Perang Dunia I yang meliputi keterlibatan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara serta kampanye, operasi, garis pertahanan dan pengepungan. Kampanye umumnya merujuk kepada operasi strategis yang lebih luas dilakukan selama jangka waktu yang panjang.





Pertempuran umumnya mengacu pada periode pendek yang intens memerangi terlokalisasi untuk wilayah tertentu dan selama jangka waktu tertentu. Namun, penggunaan istilah dalam penamaan peristiwa semacam itu tidak konsisten. Sebagai contoh, Pertempuran Atlantik Pertama lebih atau kurang seluruh teater perang, dan yang disebut pertempuran, berlangsung selama seluruh perang.


Blok Barat

1914

* Pertempuran Liège
* Pertempuran Frontiers
* Pertempuran Mulhouse
* Pertempuran Lorraine
* Pertempuran Ardennes
* Pertempuran Charleroi
* Pertempuran Mons
* Pengepungan Maubeuge
* Pertempuran Le Cateau
* Pertempuran St Quentin, juga disebut Pertempuran Guise
* Pertempuran Marne Pertama
* Pertempuran Aisne Pertama
* Pengepungan Antwerpen
* Pertempuran Albert Pertama
* Pertempuran Arras Pertama
* Pertempuran Yser
* Pertempuran Ypres Pertama, juga disebut Pertempuran Flandres
* Pertempuran Champagne Pertama

1915

* Pertempuran Neuve Chapelle
* Pertempuran Ypres Kedua
* Pertempuran Artois Kedua
* Pertempuran Loos
* Pertempuran Champagne Kedua

1916

* Pertempuran Verdun
* Pertempuran Hulluch
* Pertempuran Somme
* Pertempuran Fromelles
* Pertempuran Pozières
* Pertempuran Ginchy

1917

* Serangan Nivelle
* Pertempuran Arras (1917)
* Pertempuran Vimy Ridge
* Pertempuran Aisne Kedua, juga disebut Pertempuran Champagne Ketiga
* Pertempuran Messines
* Pertempuran Ypres Ketiga, juga disebut Pertempuran Passchendaele
* Pertempuran Cambrai (1917)

1918

* Serangan Spring Jerman
* Pertempuran Somme (1918), juga dikenal sebagai Pertempuran Somme Kedua (untuk membedakannya dari pertempuran 1916)
* Pertempuran Lys, juga dikenal sebagai Pertempuran Ypres Keempat dan Pertempuran Estaires
* Pertempuran Aisne Ketiga
* Pertempuran Cantigny
* Pertempuran Belleau Kayu
* Pertempuran Marne Kedua
* Pertempuran Château-Thierry (1918)
* Serangan Seratus Hari
* Pertempuran Amiens (1918)
* Pertempuran Mont St Quentin, juga dikenal sebagai Pertempuran Somme Ketiga
* Pertempuran Saint-Mihiel
* Pertempuran Epéhy
* Pertempuran Garis Hindenburg
* Serangan Meuse-Argonne, juga disebut Pertempuran Argonne Forest
* Pertempuran Kanal St. Quentin
* Pertempuran Ypres Kelima
* Pertempuran Kanal Utara
* Pertempuran Cambrai (1918)
* Pertempuran Sambre (1918), juga dikenal sebagai Pertempuran Sambre Kedua

Kampanye Italia

* Pertempuran Isonzo Pertama
* Pertempuran Isonzo Kedua
* Pertempuran Isonzo Ketiga
* Pertempuran Isonzo Keempat
* Pertempuran Isonzo Kelima
* Serangan Trentino atau "Pertempuran Asiago"
* Pertempuran Isonzo Keenam atau "Pertempuran Gorizia"
* Pertempuran Isonzo Ketujuh
* Pertempuran Isonzo Kedelapan
* Pertempuran Isonzo Kesembilan
* Pertempuran Isonzo Kesepuluh
* Pertempuran Isonzo Kesebelas
* Pertempuran Caporetto
* Pertempuran Sungai Piave
* Pertempuran Vittorio Veneto


Blok Timur


1914

* Pertempuran Stallupönen
* Pertempuran Gumbinnen
* Pertempuran Tannenberg
* Pertempuran Galicia
* Pertempuran Danau Masurian Pertama
* Pertempuran Sungai Vistula
* Pertempuran Łódź (1914)

1915

* Pengepungan Przemyśl
* Pertempuran Bolimów
* Pertempuran Danau Masurian Kedua
* Great Retreat (Rusia)
* Serangan Sventiany
* Serangan Gorlice-Tarnów
* Warsawa
* Komarow
* Rawa

1916

* Serangan Danau Naroch
* Serangan Brusilov

1917

* Serangan Kerensky
* Pertempuran Mărăşti
* Pertempuran Mărăşeşti
* Revolusi Rusia

Kampanye Kaukasus

* Pertempuran Sarikamis
* Pertempuran Malazgirt (1915)
* Pertempuran Kara Killisse
* Pertempuran Koprukoy
* Pertempuran Erzurum
* Pertempuran Erzincan

Kampanye Serbia


* Pertempuran Cer
* Pertempuran Kolubara
* Pertempuran Morava
* Pertempuran Kosovo (1915)
* Pertempuran Ovche Kutub


Pertempuran Gallipoli

Pertempuran Gallipoli (juga disebut "Operasi Dardanella"), adalah sejumlah pertempuran terjadi antara 1915 dan 1916.

* Pertempuran Nek
* Pertempuran Chunuk Bair
* Pertempuran Gully Jurang
* Pertempuran Bukit 60 (Gallipoli)
* Pertempuran Krithia Vineyard
* Pertempuran Lone Pine
* Pertempuran Sari Bair
* Pertempuran pedang Hill
* Pendaratan di Anzac Cove
* Pendaratan di Cape Helles
* Pertempuran Krithia Pertama
* Pertempuran Krithia Kedua
* Pertempuran Krithia Ketiga
* Operasi laut pada Operasi Dardanella


Timur Tengah

Kampanye Sinai dan Palestina

* Serangan Suez Pertama
* Pertempuran Romani atau "Serangan Suez Kedua"
* Pertempuran Magdhaba
* Pertempuran Rafa
* Pertempuran Mughar Ridge
* Pertempuran Yerusalem
* Kekalahan Damaskus
* Pertempuran Gaza Pertama
* Pertempuran Gaza Kedua
* Pertempuran Gaza Ketiga atau "Pertempuran Beersheba"
* Pertempuran Beersheba
* Pertempuran Megiddo

Kampanye Mesopotamia
 
* Pendaratan FAO
* Kekalahan Basra
* Pertempuran Qurna
* Pendudukan Amara
* Pertempuran Nasiriyeh
* Pertempuran Es Sinn
* Pertempuran Ctesiphon
* Pengepungan Kut
o Pertempuran Syekh Sa'ad
o Pertempuran Wadi
o Pertempuran Hanna
o Pertempuran Benteng Dujaila
o Pertempuran Kut Pertama
* Pertempuran Khanaqin
* Pertempuran Kut Kedua
* Pendudukan Baghdad
* Serangan Samarrah
* Pertempuran Jebel Hamlin
* Pertempuran Istabulat
* Pertempuran di Ramadi
* Pendudukan Tikrit
* Pertempuran Sharqat

Kampanye Arab Selatan

Pertempuran Sungai Chewmudder. Dalam pertempuran ini, Jerman mencoba untuk menghancurkan pasukan Inggris, ketika mereka menyeberangi sungai, Inggris melepaskan tembakan senjata dan membunuh 800 tentara Jerman.


Kampanye Afrika
* Pertempuran Kamerun
* Kekalahan Jerman di Afrika Barat (Namibia)
* Pertempuran Killimanjaro
* Pertempuran Togo
* Pertempuran Tanga atau Pertempuran Bees
* Pertempuran Rufiji Delta
* Pertempuran Longido
* Pertempuran Sandfontein


Pertempuran Laut



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAJ4iU0RI3YAQtJGlzT4QWqAlJzpK_wLrB81jICh6ld3Nkj4KUKYHsaLKypD18l0EcvxGHidgDdtioH4RwOUyppJGG6PyDOSZqgoj9ODgXwddqSsKAjzZID00zn5WVpAGawbPcEEpSAxYB/s1600/300px-Schleswig_Holstein_firing_Gdynia_13.09.1939.jpg


Atlantik

* Pertempuran Teluk Heligoland Pertama (1914)
* Pertempuran Kepulauan Falkland (1914)
* Serangan di Scarborough, Hartlepool dan Whitby (1914)
* Pertempuran Dogger Bank (1915)
* Bendungan Otranto (1915-1918)
* Pertempuran Jutlandia (1916)
* Pertempuran Selat Dover (1917)
* Pertempuran Teluk Heligoland Kedua (1917)
* Serangan Zeebrugge (1918)

Mediterania

* Mengejar Goeben dan Breslau (1914)
* Operasi Laut di Kampanye Dardanella (1915-1916)

Asia-Pasifik

* Pertempuran Rabaul
* Pertempuran Tsingtao (1914)
* Pertempuran Penang (1914)
* Pertempuran Coronel (1914)
* Pertempuran Kepulauan Cocos (1914)
* Pertempuran Kepulauan Falkland (1914)


Pertempuran Udara



http://i457.photobucket.com/albums/qq299/hikarinet2/2-13.jpg


Perang Dunia I merupakan perang pertama untuk melihat penggunaan pesawat untuk serangan, pertahanan dan operasi pengintaian. Berikut beberapa artikel tentang penggunaan pesawat pada Perang Dunia I

* Transportasi di Perang Dunia I
* Sejarah Penerbangan (1914-1918)
* Zeppelin dalam Perang Dunia I


Perang Kontemporer

Beberapa sejarawan mempertimbangkan beberapa perang sebagai bagian dari Perang Dunia I, karena dianggap memiliki hubungan langsung ke awal atau pasca Perang Dunia.

Pra-1914
 
* Revolusi Meksiko (1910-1920)
* Perang Balkan (1912-1913)
* Perang Balkan Kedua (1913)
* Pemberontakan Maritz (1914-15)
* Paskah Rising (1916)

Pasca-1917

* Revolusi Rusia (1917)
* Perang Saudara Finlandia (1918)
* Perang Saudara Rusia (1918-1922)
o Kampanye Rusia Utara (1918-1919)
o Serangan ke barat Rusia (1918-1919)
* Pemberontakan Wielkopolska (1918-1919)
* Perang Hongaria-Rumania 1919 (1918-1919)
* Perang Soviet-Polandia (1919-1921)
* Perang Kemerdekaan Irlandia (1919-1921)
* Perang Kemerdekaan Turki (1919-1923)
* Perang Yunani-Turki (1919-1922)
* Perang Saudara Irlandia (1922-1923)


Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/08/sejarah-perang-dunia-i-versi-lengkap.html#ixzz3M882QcHW